Hidup Berbagi

Hidup Berbagi
Gotong Royong dalam Kerja

Sabtu, 12 Februari 2011

Doa Mohon Kerendahan Hati


Santo Agustinus pernah menulis: “Hanya melalui kerendahan hati seseorang dapat meraih surga. Allah adalah sempurna, dan kesombongan membuat kita jauh dari Dia, tetapi melalui kerendahan hati, kita dapat mendekati Dia.”


Maka, marilah kita jadikan “Doa Mohon Rendah Hati” dari Santa Theresia Lisieux (1873-1897), seorang Pujangga Gereja ini, menjadi doa kita juga. Kita akan belajar dari Yesus tentang kerendahan hati itu, bersama dengan Santa Theresia Lisieux.


Ya, Yesus! Ketika Engkau berada di dunia, Engkau pernah bersabda: “Belajarlah dari Aku, karena Aku ini lemah lembut dan rendah hati. Dan jiwamu akan mendapatkan kelegaan.” Ya Raja Surgawi, jiwaku sekarang telah mendapatkan kelegaan dengan melihat Engkau berbaju hamba (Flp 2: 7), merendahkan diri dengan membasuh kaki para murid-Mu.


Kemudian aku menjadi ingat akan kata-kata yang pernah Engkau sampaikan seolah Engkau mengajar aku untuk mempraktekkan kerendahan hati: “Apa yang Aku kerjakan adalah untuk memberikan kepadamu teladan: seperti yang telah Aku lakukan, demikian juga harus kamu lakukan. Murid tidaklah lebih besar katimbang gurunya. Suatu ketika kamu tahu akan semua ini, berbahagialah kamu jika kamu mengambil hal-hal itu untuk dilakukan.” (Yoh 13: 15-17).


Aku telah mengetahui semuanya itu ya Tuhan, aku memahami kata-kata yang keluar dari hati-Mu yang lembut dan rendah hati, dengan bantuan rahmat-Mu aku ingin memilih hal-hal itu untuk dipraktekkan.

Aku ingin untuk menjadi rendah hati dan menyerahkan kehendakku kepada kehendak saudara-saudariku, tidak melawan mereka dalam segala sesuatu dan tanpa mencari-cara apakah mereka mempunyai hak untuk memerintah aku. Ya Yesus yang aku cintai, tak seorang pun memiliki hak di mana Engkau memberi perhatian, dan Engkau menaati tidak hanya Bunda Maria Perawan Tersuci dan Santo Yosef, tetapi juga mereka yang menganiaya Engkau.


Sekarang aku melihat bahwa Engkau membawa makna terhadap segala hal yang terjadi. Betapa rendah hati Engkau, ya Raja Kemuliaan. Betapa Engkau lemah lembut dan rendah hati hati-Mu yang Engkau perlihatkan bagiku. Ya Yesus yang lemah lembut dan rendah hati, buatlah hatiku seperti hati-Mu.

Jumat, 11 Februari 2011

Jalan Menuju Damai



"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah" (Mat 5: 9)

Salah seorang murid bertanya kepada sang Guru: "Kapankah sang Guru dapat membedakan antara anjing dan domba, dari jarak yang agak jauh?"

"Tidak!", jawab sang Guru.

"Kapankah sang Guru dapat membedakan antara pohon ara dan pohon anggur?", tanya murid yang lain.

"Tidak!", kata sang Guru.

"Tolong, katakan kepada kami apa jawabannya", kata seorang murid.

"Ya", kata sang Guru yang bijak itu, "ketika kamu melihat wajah manusia, dan kamu memiliki terang di dalam dirimu untuk mengenali saudaramu dan saudarimu. Sampai kemudian malam tiba, dan pada saat kegelapan masih berada bersama dengan kita."

Marilah kita berdoa, dan mohon terang. Sebab, itulah damai yang tidak dapat diberikan oleh dunia.

Henri NJ. Nouwen, 2001, dalam "Finding My Way Home", p. 87.

Rabu, 09 Februari 2011

Berdoa Tak Kunjung Henti


"Doa dapat menjadi doa yang tak kunjung henti ketika segala pikiran kita dapat menjadi pikiran di hadapan Allah”, kata Henri JM. Nouwen.


Ketika kita berpikir tentang doa, kita biasanya memandang doa itu sebagai suatu pekerjaan di antara pekerjaan-pekerjaan yang kita kerjakan di dalam hidup kita sebagai orang kristiani. Jika kita sungguh-sungguh yakin bahwa doa itu merupakan sesuatu yang penting dalam hidup kita, maka kita ingin memberikan seluruh waktu kita untuk berdoa sepanjang hari, atau seluruh hari dalam sebulan, atau seluruh minggu dalam setiap tahun. Jadi doa menjadi bagian, bahkan bagian yang sangat penting dari hidup kita.


Tetapi ketika Santo Paulus bicara tentang doa, ia menggunakan bahasa yang sangat khas. Dia tidak bicara tentang doa sebagai bagian dari hidup, tetapi sebagai seluruh hidupnya. Ia tidak menunjuk doa sebagai sesuatu yang tidak boleh kita lupakan, tetapi dia mengklaim bahwa doa itu merupakan perhatian kita yang terus menerus berjalan tanpa henti. Dia tidak juga menganjurkan supaya orang-orang yang mendengarkan pewartaan dia untuk berdoa satu kali pada suatu waktu, secara rutin, atau kerap, tetapi tanpa ragu-ragu dia menasihati agar mereka berdoa terus menerus, tak kunjung berhenti, tanpa interupsi.


Santo Paulus tidak meminta kita untuk meluangkan waktu untuk berdoa setiap hari. Tidak. Santo Paulus sungguh jauh lebih radikal. Ia meminta kepada kita untuk berdoa sepanjang hari dan malam, dalam keadaan gembira dan dalam keadaan sedih, pada saat bekerja dan pada saat bermain, tanpa istirahat, tanpa interupsi. Bagi Santo Paulus, berdoa itu seperti bernafas. Berdoa itu tidak bisa dinterupsi.


Berdoa dengan tak kunjung berhenti, seperti dianjurkan oleh Santo Paulus, sungguh tidak mungkin terjadi kalau doa itu diartikan sebagai berpikir terus menerus tentang Allah. Berdoa tidak berarti berpikir tentang Allah, sebagai lawan dari berpikir tentang hal-hal lain, atau menyediakan waktu untuk Allah dan tidak menyediakan waktu untuk orang lain. Berdoa berarti berpikir dan hidup di hadapan Allah.


Ketika kita mulai memisahkan pikiran kita menjadi pikiran tentang Allah dan pikiran tentang manusia dan peristiwa, maka kita sudah memisahkan Allah dari hidup kita sehari-hari dan beralih masuk ke dalam sebuah ceruk kecil kehidupan yang serba saleh di mana kita dapat memikirkan pemikiran-pemikiran saleh dan mengalami perasaan-perasaan saleh.


Meskipun doa itu penting dan demi kehidupan rohani kita menyediakan waktu untuk Allah dan hanya untuk Allah, doa itu hanya menjadi doa yang tak kunjung henti jika segala pikiran kita, entah pikiran itu indah atau jelek, tinggi atau rendah, membanggakan atau memalukan, menyedihkan atau menggembirakan, dapat menjadi pikiran di hadapan Allah. Jadi, perubahan dari “berpikir tiada henti” menjadi “berdoa tiada henti”, menggerakkan kita untuk beralih dari “monolog yang berpusat pada diri sendiri” menjadi “dialog yang berpusat pada Allah”.


Berdoa tidak henti membimbing seluruh pikiran kita keluar dari isolasi yang penuh dengan ketakutan untuk masuk ke suatu pembicaraan yang bebas dari ketakutan bersama dengan Allah. Hidup Yesus adalah hidup yang dihayati di hadapan Allah Bapa-Nya. Yesus menjaga agar hidup-Nya senantiasa tidak tersembunyi dari wajah Bapa-Nya. Kegembiraan Yesus, ketakutan-Nya, pengharapan-Nya, dan kegelisahan dan keputus-asaan-Nya selalu dibagikan dengan Bapa-Nya. @@@

Mohon Kuat dalam Pengharapan



Tuhan yang Mahakasih,
Aku penuh dengan keinginan, kehendak, dan pengharapan.
Beberapa sudah terpenuhi, dan masih banyak belum terpenuhi.

Tetapi di tengah-tengah segala ketidakpuasan dan kekecewaan,
Aku masih bisa berharap kepada-Mu.
Aku tahu bahwa Engkau tidak pernah meninggalkan aku sendirian
Dan Engkau akan tetap memenuhi janji-Mu.
Bahkan ketika nampak bahwa segala sesuatunya tidak berjalan sesuai dengan kehendaku.

Aku tahu bahwa semua itu berjalan menurut kehendak-Mu
Dan bahwa di dalam akhirnya nanti, jalan-Mu adalah jalan terbaik untukku.

Ya Tuhan, kuatkanlah pengharapanku,
terutama ketika banyak keinginan belum terpenuhi.
Biarkanlah aku untuk tidak pernah lupa bahwa nama-Mu adalah Cinta. Amin.

Mohon Kesetiaan dan Kesabaran


Tuhan yang Mahakasih,
Pada hari ini, aku sedang berpikir tentang biji sesawi. Engkau membandingkan Kerajaan Allah dengan biji yang terkecil di antara segala biji, dan menunjukkan potensi-potensi yang ada di dalam biji, yang akan bertumbuh besar menjadi pohon yang dapat menjadi tempat berlindung bagi banyak burung.

Di tengah hiruk pikuknya peristiwa dan berjejalnya aktivitas sehari-hari, yang kerapkali membingungkan dan menyesatkan, biji yang kecil itu berada di dalam keadaan tersembunyi setelah Engkau tanam. Aku menjadi tidak sabar lagi. Aku ingin melihat pohon yang besar dari biji yang kecil itu segera sesudah ditanam. Tetapi mengapa? Engkau begitu sabar, Tuhan. Engkau membiarkan Kerajaan-Mu tumbuh di dalam diriku dalam keadaan yang sama: tersembunyi dan memiliki kekuatan yang sama seperti biji sesawi. Engkau membiarkan kehadiran-Mu tetap tersembunyi begitu lama.

Aku tahu, ya Tuhan, bahwa Engkau menginginkan aku untuk menjadi setia memegang teguh pengetahuan bahwa biji itu sekarang sedang bertumbuh bahkan ketika aku tidak melihat atau merasakannya. Engkau membiarkan aku untuk bergerak melewati kehidupanku dengan keyakinan yang mendalam, bahwa pada suatu hari aku boleh melihat dengan jelas bahwa Engkau tidak pernah absent tetapi selalu hadir menyiapkan aku untuk datangnya hari ketika biji yang telah Engkau tanam itu menunjukkan kehadirannya yang penuh. Bantulah aku ya Tuhan untuk tetap setia dan sabar seperti Engkau sendiri sabar. Amin.

Selasa, 08 Februari 2011

Biarlah Aku Melihat dan Mendengar

Tuhan yang Mahakasih, anugerahkanlah kepada kami mata untuk dapat melihat dan telinga untuk dapat mendengar. Kami tahu bahwa masih ada terang di dalam kegelapan, yang membuat segala sesuatu menjadi baru. Kami tahu bahwa masih ada kehidupan baru di dalam penderitaan yang membuka suatu bumi baru untuk kami. Kami tahu bahwa masih ada kegembiraan di balik kesedihan yang mampu meremajakan hati kami.

Ya, Tuhan, kami tahu bahwa Engkau adalah Pribadi yang ada, bertindak, dan mencintai, yang sungguh adalah Terang, Kehidupan dan Kebenaran. Orang-orang, pekerjaan, tanaman, proyek-proyek, gagasan-gagasan, pertemuan-pertemuan, gedung-gedung, bangunan, lukisan, musik, dan karya sastra, semuanya dapat memberikan kepada kami kegembiraan dan kedamaian yang nyata, ketika kami mampu melihat dan mendengarkan semua itu sebagai refleksi atas kehadiran-Mu, kemuliaan-Mu, dan kerajaan-Mu.

Perkenankanlah kami mampu melihat dan mendengar. Biarkanlah kami menaruh perhatian pada apa saja yang Engkau perlihatkan kepada kami, dan pada apa saja yang Engkau sabdakan kepada kami sehingga penglihatan-Mu dan pendengaran-Mu menjadi panduan bagi hidup kami dan memberikan makna untuk seluruh keprihatinan kami.

Perkenankanlah kami mampu melihat dan mendengar apa yang sungguh nyata terjadi, dan biarlah kami memiliki keberanian untuk mengungkap kenyataan yang masih tersembunyi dan masih bertopeng, yang mengganggu hidup kami sehari-hari. Sekarang biarlah kami melihat diri di depan sebuah cermin, tetapi pada suatu hari perkenankanlah kami, ya Tuhan, untuk berharap masih bisa melihat Engkau dan bisa bertemu dengan Engkau dari muka ke muka. Amin.

Senin, 07 Februari 2011

Tuhan Jadikan Aku Jujur dan Tulus


Tuhan, buatlah aku jadi rendah hati, dan jangan biarkan aku menjadi munafik dan berpura-pura. Buatlah aku gembira, tapi jangan aku menjadi seenaknya. Buatlah aku tekun dan bersungguh, tapi jangan sampai aku jadi sombong karenanya. Buatlah aku rajin dan giat, tapi jangan sampai aku kehilangan pikir dan pertimbangan. Buatlah aku jujur, dan tidak mendua hati.

Tuhan, berilah aku rahmat, agar aku hormat dan takut pada-Mu, tanpa aku menjadi putus harapan, agar aku berharap pada-Mu tanpa aku menjadi petualang yang asal berani menentang bahaya, agar aku menjadi suci tanpa noda dosa, agar aku memahami dan menerima kesalahan sesamaku dengan lemah lembut, dan agar aku menopang dan menegakkan dia lewat kata dan perbuatan tanpa menjunjung tinggi diriku sendiri.

Tuhan, berilah aku rahmat agar aku taat dan tawaduk tanpa melawan, dan agar aku sabar tanpa mengeluh dan menggerutu.Yesus yang baik, anugerahkanlah padaku hati yang selalu waspada dan berjaga-jaga, hingga aku tak terjauhkan dari-Mu karena tergoda dan tertarik oleh pikiran-pikiran yang selalu bernafsu untuk ingin tahu. Berilah aku hati yang tabah, hingga aku tak terseret oleh kecenderungan-kecenderungan yang nista. Berilah aku hati yang kuat sentosa, agar aku tak menyerah kalah menghadapi segala kegagalan dan bencana. Berilah aku hati yang bebas, agar aku tak terkalahkan oleh kekerasan hati apa pun jua. Berilah aku hati yang patuh, agar dalam dirku tiada sedikit pun tempat bagi keinginan dan cita-cita yang jahat.

Tuhan yang penuh cinta, curahkanlah padaku budi untuk mengenal-Mu. Curahkanlah padaku hasrat untuk mencari-Mu, kebijaksanaan untuk menemukan-Mu. Tumpahkanlah padaku pertobatan dan perubahan hidup yang akan menyenangkan hati-Mu. Turunkanlah padaku keteguhan, yang mampu menatap-Mu dengan kegembiraan dan harapan. Anugerahilah aku kepercayaan yang yakin, bahwa suatu saat aku bersatu dengan diri-Mu.

Tuhan, berilah aku rahmat, agar dapat bertobat dan melakukan silih karena mataku Kaumampukan untuk melihat hukuman yang pantas aku tanggung karena dosa yang aku buat. Tuhan buatlah aku tahu, bagaimana dalam hidup ini aku dengan bantuan rahmat-Mu dapat membuat sesuatu yang berguna dari segala kebaikan yang Kauberikan padaku. Akhirnya Tuhan, ijinkan aku untuk menikmati sukacita-Mu di surga karena padaku telah Kaulimpahkan cahaya kemuliaan-Mu. Engkaulah Tuhan, yang hidup dan bertakhta sepanjang segala masa.
Santo Thomas Aquinas