Villa Dulcis adalah sebuah tempat yang nyaman untuk penyegaran, permenungan dan pembaruan hidup. Di tempat ini bisa ditemukan doa, renungan dan kisah inspiratif.
Ya Tuhan, Engkaulah sumber kebenaran dan kehidupan kekal, anugerahkanlah kepada gembala-Mu, Bapa Paus Fransiskus, roh keberanian dan keputusan yang benar, roh pengetahuan dan cintakasih.
Semoga dia dengan kesetiannya menggembalakan siapa saja yang dipercayakan kepada karya pelayanannya, sebagai pengganti Rasul Petrus dan Wakil Kristus di dunia, mampu membangun gereja-Mu menjadi sakramen kesatuan, cinta dan damai bagi seluruh dunia. Amin.
P : Marilah kita berdoa untuk Bapa Suci kita, Bapa Paus Fransiskus.
U : Semoga Tuhan berkenan menjaganya, menganugerahkan umur panjang kepadanya, membuat dia terberkati di dunia ini, dan jangan sampai menyerahkan dia kepada kuasa para musuhnya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan Putera dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala masa. Amin.
Allah Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini.
Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putera-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia.
Kiranya Roh Kudus yang menjiwai Yesus, juga menjadi pembimbing dan kekuatanku hari ini, sehingga aku siap sedia menjadi saksi kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini: …
Bulan Mei 2014
Universal - Media Massa. Semoga media massa menjadi instrumen yang melayani kebenaran dan perdamaian.
Untuk evangelisasi - Bimbingan Bunda Maria. Semoga Bunda Maria, Sang Bintang Evangelisasi, membimbing Gereja dalam mewartakan Kristus ke semua bangsa.
Gereja Indonesia - Buruh migran. Semoga lingkungan-lingkungan Gereja menjadi tempat yang ramah bagi para buruh migran.
Ya Allah, Engkaulah sumber segala berkat, sumber hidup kami, pemberi segala rahmat: Kami berterima kasih kepada-Mu karena anugerah kehidupan yang boleh kami terima: karena nafas yang mengalirkan kehidupan, karena makanan yang merawat kehidupan, karena cintakasih keluarga dan cintakasih para sahabat yang tanpanya kehidupan kami ini tak kan pernah ada.
Kami berterima kasih kepada-Mu karena misteri penciptaan yang telah Engkau nyatakan kepada kami: karena keindahan yang boleh kami lihat dengan mata kami, karena kegembiraan yang boleh kami dengar dengan telinga kami, karena hal-hal yang tidak dapat kami kenali dan kami tangkap yang mengisi alam semesta dan mengundang rasa kagum kami, karena luasnya ruang di muka bumi yang mengundang kami untuk menjangkau batas-batas yang melampau diri kami.
Kami berterima kasih kepada-Mu karena Engkau memperbolehkan kami untuk hidup dalam komunitas-komunitas: karena keluarga yang membentuk kami menjadi manusia seperti ini, karena teman-teman yang mencintai kami dengan sepenuh hati, karena teman-teman sekerja yang mau berbagi dalam beban dan tugas sehari-hari kepada kami, karena orang-orang asing yang tak kami kenal yang berkenan datang dan hadir di tengah-tengah kami, karena orang-orang yang datang dari tanah air yang lain yang mengundang kami untuk bertumbuh bersama dan saling memahami, karena anak-anak yang mewarnai saat-saat kehidupan kami dengan kegembiraan, karena bayi-bayi yang masih dalam kandungan dan belum lahir, yang menawarkan kepada kami harapan untuk masa depan kami.
Kami berterima kasih karena kami boleh menikmati hari ini: karena hidup yang boleh kami nikmati dan pemberian tambahan satu hari lagi untuk hidup dan mencintai, karena kesempatan dan tambahan hidup satu hari lagi sehingga kami boleh bekerja lagi demi keadilan dan perdamaian, karena tetangga dan makin banyaknya orang-orang yang boleh kami cintai dan orang-orang yang berkenan mencintai kami, karena rahmat-Mu dan karena semakin tambahnya pengalaman kami akan kehadiran-Mu, karena janji-Mu: untuk bersama kami selalu, untuk menjadi Allah kami, dan untuk memberikan keselamatan kepada kami.
Karena semua ini, dan karena segala berkat yang boleh kami terima, kami bersyukur kepada-Mu ya Allah, yang kekal dan selalu mencintai kami, demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Allah Bapa yang Maha-bijaksana yang bertahta di surga, Engkau telah menganugerahkan bagi kami Bunda Yesus, untuk menjadi pembimbing dan penasihat kami. Anugerahkanlah bagi kami juga pembimbing dan penasihat itu, supaya kami dapat selalu memperoleh bantuan dari pembimbing dan penasihat yang baik itu di dalam hidup kami, dan perkenankanlah kami untuk dapat menikmati kehadirannya yang membawa berkat, baik bagi hidup kami sekarang maupun hidup kami yang akan datang.
Ya Bunda Penasihat yang baik, engkau adalah pelindung bagi organisasi-organisasi dan persekutuan-persekutuan kaum wanita di seluruh dunia. Kami mohon kepadamu, sudilah kiranya engkau berkenan menjadi pembimbing dan penasihat kami supaya kami mampu menjadi pemimpin-pemimpin yang bijaksana, yang berani, dan yang mampu melayani dengan cintakasih di dalam Gereja kami dan di dalam masyarakat kami.
Bantulah kami, ya Bunda Maria yang tercinta, untuk mengenali pikiran Yesus, Puteramu. Semoga Roh Kudus menerangi akal budi kami sehingga kami mampu mengenali, mengagumi dan merawat alam ciptaan yang diberikan oleh Allah kepada kami, dan juga mampu berbela rasa dengan sesama kami yang telah Allah anugerahkan bagi kami. Semoga karya pelayanan cintakasih yang kami lakukan di atas bumi ini mampu mendatangkan Kerajaan Allah. Semoga anugerah iman dan harapan yang hidup dari Allah mampu menyiapkan kami untuk mencapai kepenuhan bagi datangnya Kerajaan Allah di dunia ini. Amin.
Ya Yesus, saudara kami, Putra Allah dan Putra Maria, kami bersyukur kepada-Mu karena pemberian hidup yang Engkau percayakan kepada kami untuk kami pelihara. Bantulah kami untuk menjadi orangtua yang lembut dan bijaksana, yang mampu mencintai dan mengampuni, yang disiplin dan tetap mampu memberikan kebebasan. Berkatilah keluarga kami, yang baru kamu mulai pada hari ini, setelah kami berdua meneguhkan pernikahan kami . Pada hari ini kami memulai membangun keluarga baru, Gereja kecil, yang menjadi bagian dari Gereja Kudus yang pernah Engkau dirikan. Berkat bantuan rahmat-Mu, biarlah hidup yang rukun, damai dan saling mencintai, sebagaimana Engkau telah alami di dalam keluarga-Mu sendiri di kota kecil Nazareth, dapat memberikan inspirasi bagi kami berdua.
Ya Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda kami, peliharalah keluarga kami yang baru ini dengan iman dan cinta-Mu. Jagalah kami agar kami senantiasa tetap berhubungan erat dengan Putramu Yesus, di dalam segala situasi keluarga kami, dalam suka dan duka, dalam untung dan malang.
Ya Santo Yosef, Bapa angkat Tuhan Yesus, penjaga dan mempelai Maria, jagalah keluarga kami agar tetap aman dari ancaman dan bahaya. Bantulah kami di saat-saat di mana kami cemas dan takut.
Ya Keluarga Kudus dari Nazareth, teladan bagi keluarga-keluarga kristiani, buatlah keluarga kami menjadi satu dengan keluarga-Mu. Bantulah kami agar kami dapat menjadi alat damai, menjadi pribadi-pribadi yang dapat saling mencintai dan mengampuni. Anugerahkanlah kepada kami cinta yang dikuatkan oleh rahmat, sehingga cinta itu dapat membuktikan kekuatannya yang lebih besar ketika harus mengatasi segala pencobaan dan kelemahan yang kami hadapi. Semoga keluarga kami selalu menempatkan Allah pada pusat hati kami dan di tengah rumah kami seumur hidup kami, sehingga kelak kami boleh menjadi keluarga yang bersatu, bahagia, dan damai di dalam rumah yang abadi bersama-Mu. Amin.
Tuhan, Engkau bersabda bahwa adalah tidak baik bahwa kami sendiri. Engkau telah menciptakan kami pria dan wanita supaya kami dapat saling menyempurnakan satu sama lain. Tetapi, ya Tuhan, aku mengalami bahwa tidaklah gampang aku dapat menemukan sahabat yang dapat menjadi pasangan hidupku yang baik. Maka, bantulah aku, ya Tuhan, supaya Engkau sendiri berkenan menempatkan harapanku untuk hidup perkawinan ini di tempatnya yang paling tepat.
Bimbinglah aku, ya Tuhan, untuk dapat menemukan orang yang Engkau pilih sendiri menjadi pasangan hidupku. Sementara aku menantikan, sudilah kiranya Engkau berkenan menunjukkan kepadaku kehendak-Mu dalam perkara ini, dan bantulah aku untuk dapat mengenali diriku secara lebih baik. Bantulah aku untuk memperbaiki hidupku yang belum tertib untuk mempersiapkan diri untuk menyambut hari perkawinan yang sukses.
Pada saat keinginanku untuk dapat menemukan pasangan hidup menjadi begitu membara, bantulah aku untuk tetap bisa rileks dan sabar. Bantulah aku agar aku dapat memanfaatkan segala bentuk persahabatan yang sedang aku jalani dapat membawa aku menjadi lebih dekat dengan-Mu, dan membantu aku untuk dapat mengambil keputusan yang penting. Ya, Tuhan, aku menyadari bahwa adalah wajar dan sangat alami bila pada saat seperti ini aku berjuang keras untuk mendapatkan cinta.
Ajarilah aku untuk mencari Engkau pertama-tama, dan kemudian aku akan belajar tentang bagaimana aku harus memberikan cinta itu sebelum aku mencoba untuk menerima cinta itu. Bantulah aku untuk mengingat bahwa jalan hidup apa pun yang akan aku tempuh, jalan itu akan tetap membimbing aku untuk lebih dekat dengan-Mu. Aku akan ingat bahwa Engkau selalu hadir dalam perjalanan hidupku, selalu menawarkan penyertaan dan bimbingan, dan selalu menaruh perhatian pada kebutuhanku yang paling dalam.
Aku mempersembahkan kepada-Mu, ya Tuhan, kesendirianku, kesepianku, dan kerinduanku untuk menjalani hidup perkawinan. Aku mohon sudilah kiranya Engkau membimbing aku, menuju kepada kehendak-Mu yang sempurna di dalam kerinduanku untuk hidup perkawinan ini dan harapanku di dalam segala peristiwa hidup yang ingin aku lalui. Ya Tuhan, kabulkanlah doa permohoanku ini, yang aku sampaikan kepada-Mu, dengan perantaraan Putera-Mu, Tuhan kami Yesus Kristus. Amin.
Panggilan hidup berkeluarga adalah rahmat yang diberikan oleh Allah secara khusus kepada setiap pasangan. Pada saat ulang tahun perkawinan, adalah penting untuk menyadari kembali kehadiran Allah yang senantiasa memberikan berkat-Nya yang melimpah, melalui rahmat-Nya, melalui belas kasih-Nya dan melalui cinta-Nya selama sepanjang hidup.
Perjalanan hidup bersama, sebagai pasangan suami-isteri bersama dengan anak-anak, bukanlah suatu perjalanan hidup yang selalu mudah dan bebas dari masalah. Karena itu, hari pesta perkawinan pantaslah disyukuri. Itulah mengapa kita merasa perlu untuk mengungkapkan rasa terima kasih kita kepada Allah itu melalui doa khusus.
Doa ulang tahun perkawinan
Ya Allah, Bapa yang Mahakasih, kami bersyukur kepada-Mu karena Engkau telah berkenan memberikan kepada kami tambahan umur panjang untuk hidup bersama sebagai keluarga.
Kami berterima kasih kepada-Mu karena cinta yang tumbuh makin subur dalam hidup kami dan karena ikatan hubungan kami satu sama lain makin erat hari demi hari. Kami bersyukur kepada-Mu: karena kebahagiaan yang boleh kami alami dan kami sadari; karena kesusahan yang boleh kami hadapi; karena pengalaman terang dan gelap yang boleh kami lalui dalam kehidupan kami bersama sampai hari ini.
Kami mohon ampun kepada-Mu, ya Allah yang Mahakasih, karena pada suatu saat kami pernah gagal di dalam membangun hidup bersama; karena pada suatu saat kami pernah mengalami kesulitan dalam hidup bersama; karena pada suatu saat kami pernah kurang simpati dan kurang mampu memahami satu sama lain; karena pada suatu saat kami pernah mengalami bahwa relasi di antara kami tidak sempurna sebagaimana seharusnya.
Ya Allah, Bapa yang Mahakasih, anugerahkanlah kepada kami tambahan waktu yang lebih lama lagi untuk dapat meneruskan perjalanan hidup kami, dan berikanlah kepada kami apa yang terbaik agar kami mampu mengemban tugas panggilan-Mu untuk menyempurkan satu sama lain dalam hidup bersama kami sebagai keluarga. Semua doa dan permohonan kami ini kami hunjukkan kepada-Mu, dengan perantaraan Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin.
Minggu 6 Mei 2012 adalah hari yang terakhir dari sembilan rangkaian doa Novena yang kita selenggarakan, di Gua Maria Tritis Wonosari Yogyakarta, demi menghormati Bunda Maria Pengantara segala Rahmat dan Ratu para Rasul. Pada hari ini para pendoa dan peziarah secara khusus ingin bersama-sama merenungkan siapa Bunda Maria yang diberi gelar “Ratu para Rasul” itu.
Devosi kepada Maria sebagai Ratu Para Rasul merupakan salah satu devosi yang paling kuno di dalam Gereja. Maria adalah rasul, baik ketika Yesus masih hidup bersamanya di dunia maupun ketika Yesus sudah bangkit. Allah berlanjut memberikan segala rahmat melalui Maria. Jika Allah menghendaki, Kristus akan berkenan datang kepada kita melalui Maria, yakni: “lahir dari seorang wanita” (Gal 4: 4).
Kristus memulai karya kerasulannya melalui Maria di Kana; karya perutusan dimulai Maria dari senakel. Dan demikianlah sepanjang sejarah semua karya kerasulan mendapatkan asal-usulnya dan kekuatannya melalui Maria. Tanpa Allah, tidak ada sesuatu ciptaan pun di dunia ini; dan tanpa Maria, tidak ada Kristus dan tidak ada Gereja.
Maria memulai karya perutusannya sebagai Ratu para Rasul di senakel, yakni ruang atas tempat Yesus mengadakan perjamuan terakhir bersama dengan para murid-Nya. Di sana Maria mengumpulkan para rasul, menghibur mereka, dan membantu mereka dalam doa. Bersama dengan mereka Maria berharap, berkehendak dan berdoa; bersama dengan mereka permohonan disampaikan dan Maria menerima Roh Kudus pada hari Pentakosta.
Maria adalah Ratu para Rasul karena dia dipilih menjadi Bunda Yesus Kristus dan memberikan Yesus kepada dunia; Maria dijadikan Bunda para Rasul dan Bunda kita oleh Yesus sang Penyelamat kita yang tersalib. Maria tinggal bersama dengan para rasul sementara menunggu kehadiran Roh Kudus, dan kemudian mereka bersama-sama pula memperoleh kelimpahan rahmat adiodrati pada hari Pentakosta. Maria yang tersuci telah dan akan selalu menjadi sumber mata air bagi setiap kerasulan.
Maria telah melakukan kerasulan universal yang menjangkau semua orang. Kerasulan doa, kerasulan keteladanan, kerasulan penderitaan, itulah kerasulan yang Maria lakukan. Orang lain sudah mempraktekkan ajaran tertentu dari Injil; tetapi Maria sudah menghayati semua ajaran dari Injil itu. Maria adalah penuh rahmat, dan kita menarik rahmat dari kelimpahan rahmat yang dimiliki Maria.
Maria menarik orang-orang yang tekun untuk menangani berbagai karya kerasulan, kemudian melindungi karya kerasulan itu, dan mempertahankan karya kerasulan itu. Maria memberikan kepada setiap kerasulan, kehangatan cintanya dan terang cahaya wajahnya. Maria menunjukkan Yesus di dalam cara yang tidak bisa disejajarkan selama sepanjang segala abad. Kerasulan Maria adalah kerasulan tingkat tinggi yang tidak pernah sama dan sebanding dengan kerasulan-kerasulan yang lain.
Maria memberikan Yesus kepada dunia dan bersama Yesus datanglah segala berkat yang lain. Karena Maria, kita memiliki Gereja: “Maria adalah Bunda Gereja bukan hanya karena dia adalah Bunda Kristus, tetapi juga karena “ia memancarkan sinar keteladanannya kepada seluruh komunitas, karena dia adalah panutan dalam keutaman” (Lumen Gentium, artikel 55 dan 65). Maria pada saat sekarang ini masih meneruskan fungsi keibuannya dari surga sebagai mitra kerjasama dalam hal kelahiran dan pengembangan hidup ilahi di dalam jiwa individu-individu dalam rangka karya penebusan” (kata Paus Paulus VI).
Karena Bunda Maria menduduki posisi paling penting di dalam rencana keselamatan Allah, maka semua manusia harus memberikan hormat kepadanya. Siapa saja yang ikut menyebarluaskan devosi kepada Bunda Maria Ratu para Rasul adalah pewaris kerasulan umat manusia, karena devosi kepada Maria adalah warisan kekayaan. Mereka yang terberkati adalah orang-orang yang memiliki warisan kekayaan kerasulan itu. Devosi kepada Maria tak akan pernah tanpa rahmat; di dalam keadaan bahaya apa pun, dan di setiap situasi lingkungan macam apa pun mereka akan selalu memiliki sarana untuk memperoleh rahmat dari Allah.
Ya Santo Yusuf, engkau menghembuskan nafas yang terakhir dalam pelukan cinta Tuhan Yesus dan Bunda Maria. Ketika hari kematian kami tiba, sudilah kiranya engkau datang bersama Tuhan Yesus dan Bunda Maria untuk membantu kami.
Bantulah kami agar kami memperoleh penghiburan pada saat kami mati, dan perkenankanlah kami mati dalam pelukan tangan Tuhan Yesus dan Bunda Maria yang tersuci.
Ya Tuhan Yesus, Santa Perawan Maria dan Santo Yusuf, kami menyerahkan jiwa kami, pada saat hidup dan mati kami, ke dalam rangkulan tangan-Mu yang suci dan penuh kasih. Amin.
Ya Yesus, Santa Veronica telah melayani Engkau di jalan salib menuju Kalvari, dengan mengusap wajah-Mu yang suci dengan handuk, dan kemudian wajah-Mu tergambar pada handuk itu.
Santa Veronica telah melindungi warisan gambar wajah-Mu, dan kapan saja orang menyentuhnya, mereka mendapatkan kesembuhan dari sakit secara mukjizat. Karena itu, kami mohon kepada-Mu agar Santa Veronica berkenan menumbuh-kembangkan kemampuan kami untuk dapat melihat wajah-Mu yang suci itu pada diri orang-orang lain, mengenali luka-luka mereka, berhenti dan bergabung di dalam perjalanan hidup mereka yang sulit, dan merasakan belarasa yang sama pada mereka karena Santa Veronica telah melakukan itu untuk-Mu.
Tunjukkanlah pada diri kami bagaimana caranya mengusap wajah-wajah mereka, melayani kebutuhan mereka, dan menyembuhkan luka-luka mereka. Ingatkanlah kami bahwa ketika kami mengerjakan hal itu untuk mereka, kami pun juga melakukan hal itu untuk-Mu. Ya, Santa Veronica, dokanlah kami. Amin.
Sejak dulu saya memahami bahwa doa itu adalah berbicara kepada Tuhan. Pada kenyataannya, definisi tentang doa semacam itu yang saya ingat: doa adalah berbicara kepada Tuhan. Dalam pengertian seperti itu, doa melibatkan aktivitas berbicara tentang keprihatinan kita, kebutuhan kita, dan dambaan kita kepada Tuhan. Doa kita mengerti sebagai bicara kepada Tuhan.
Tetapi saya kemudian belajar juga tentang sisi lain dari doa. Sisi lain itu adalah mendengarkan Tuhan. Doa itu mendengarkan, menciptakan ruang di dalam hidup kita dan meminta kepada Tuhan untuk mengisinya. Doa itu tidak lain membuka diri kepada Roh Kudus dan mencari panduan dan bimbingan Roh Kudus di dalam hidup kita. Bagian yang sungguh mengagumkan dari doa adalah mendengarkan Tuhan.
Doa sebagai aktivitas mendengarkan merupakan bagian dari pengajaran Kitabsuci mengenai doa. Penulis Kitabsuci tahu bahwa doa itu melibatkan usaha membuka ruang di dalam hidup kita dan meminta Tuhan untuk mengisinya. Doa itu mendengarkan dan mencari Roh Kudus. Doa itu membuka diri kita dengan suatu keyakinan bahwa Allah akan mengisi kita.
Kutipan dari Kitabsuci berikut ini memberikan pengertian kepada kita bahwa dimensi vital dari doa adalah mendengarkan, membuka diri kepada Tuhan dan istirahat di dalam Tuhan.
Mazmur 46: “Tenanglah, dan ketahuilah bahwa aku adalah Allah.”
Mazmur 37: 7: “Istirahatlah di depan Tuhan, dan tunggulah dengan sabar untuk berjumpa dengan-Nya”
Ayub 33: 33: “Dengarkan Aku, tenanglah, dan aku akan mengajar kamu tentang kebijaksanaan”
Mateus 11: 28: Yesus sendiri mengundang kita untuk datang kepada-Nya ketika kita berbeban berat, dan mendapatkan istirahat.
Ada suatu pemahaman yang mendalam mengenai doa di sini. Kerapkali Tuhan bicara kepada kita di dalam keheningan. Kerapkali di dalam keheningan seperti itu Tuhan berbagi dengan kita. Bagian doa adalah belajar mendengarkan Tuhan dan membuka diri kepada Tuhan.
Pemazmur memahami keheningan itu sebagai aktivitas menunggu di hadapan Tuhan. Bagi mereka, doa itu menunggu Tuhan. Doa menjadi suatu waktu untuk menunggu, menantikan, mendengarkan, dan mencari, ketika kita memfokuskan hidup kita kepada Tuhan.
Itu berarti bahwa dimensi penting dari doa adalah menunggu di hadapan Tuhan dan mendengarkan Tuhan. Doa berarti membuka diri dan menunggu karena kita mencari Tuhan yang secara nyata lebih dekat dengan kita daripada yang kita pernah sadari.
Dalam kehidupan modern kita menjadi orang sibuk. Kita tidak menunggu. Kita sibuk mengerjakan sesuatu. Kita ingin segala sesuatunya instan dalam mengakses segala sesuatu, dari uang tunai yang diambil dari amplop langsung jadi hamburger. Kita tidak menyukai keheningan. Kita lebih suka bicara dan mencoba mengisi setiap waktu dengan menyelesaikan sesuatu. Saya tidak tahu bagaimana keadaan anda semua; tetapi yang saya ceritakan ini adalah pengalaman saya.
Biasanya kalender sudah penuh acara untuk setiap tahun. Ada empat pertemuan setiap hari. Ada 6 telepon yang harus saya hubungi. Satu kotbah atau renungan pendek harus saya tulis. Dua bab bahan kuliah harus saya siapkan; mengantar anak kursus bahasa Inggris. Saya kadang takut kalau Tuhan mau bicara dengan saya dan sementara itu saya tidak punya waktu dan ruang yang tersisa untuk-Nya. Setiap orang sibuk dengan diri sendiri: mengerjakan segala sesuatu, menulis email, menjawab sms, mengakses internet, dll. Nokia menjadi santo/santa pujaan baru. Tuhan mengajar kita untuk menunggu, mendengarkan dan mencari.
Tuhan memberi nasihat kepada kita bagaimana menghadapi jaman modern, bagaimana gaya hidup kita harus diperbaiki. Waktu untuk refleksi adalah penting untuk kesehatan kita. Tuhan adalah Tuhan; dan bagian dari hidup yang beriman adalah belajar mencari Tuhan.
Ilmu yang baik di jaman modern adalah belajar untuk mendengarkan Tuhan. Untuk mendengarkan Tuhan, kita perlu membuka diri, menyediakan ruangan di dalam hidup kita, untuk meminta Tuhan untuk masuk ke dalam diri kita. Karena Tuhan berbicara dengan kita; dan kerapkali Tuhan bicara dalam keheningan.
Bagaimana kita bisa membuka waktu dan ruangan di dalam hidup kita untuk Tuhan? Kita menemukan berbagai cara untuk menyediakan waktu dan ruang bagi Tuhan untuk berbicara. Antara lain adalah refleksi dan meditasi dengan sumber Kitab Suci. Bacalah Kitabsuci dan renungkan apa yang dikatakan di sana. Bawalah teks Kitabsuci itu dalam kehidupan sehari; dengarkan dan pahamilah.@@@
Ambillah, ya Tuhan, dan terimalah segenap kebebasanku
Ingatanku, pengertianku,
Dan segenap kehendakku,
Segala yang kumiliki dan kuanggap kupunya.
Engkau telah berikan semua bagiku.
Padamu, ya Tuhan, kukembalikan.
Segalanya adalah milikMu; gunakan sesuai kehendakMu.
Hanya Cinta dan RahmatMu
Cukup sudah itu bagiku.
Aku mohon kepada-Mu ya Tuhan,
agar Engkau menyingkirkan segala sesuatu
yang memisahkan aku dari Engkau
dan Engkau dari aku.
Singkirkan segala sesuatu yang membuat aku tak pantas
Engkau pandang,
Engkau kuasai,
Engkau cela,
Engkau bicarakan,
Engkau baiki,
Engkau cintai.
Buanglah dariku setiap kejahatan,
yang menghalangi aku untuk melihat Engkau,
mendengar, mengecap, menikmati,
dan menyembah Engkau,
takut dan memperhatikan Engkau,
mengenal, percaya, mencintai, dan memiliki Engkau,
Sadar akan hadirat-Mu dan sedapat mungkin mengenyam Engkau.
Ini adalah apa yang aku minta untuk diriku
Dan yang aku inginkan sekali dari Engkau.
Ya Tuhan, kami percaya bahwa Engkaulah Tuhan kami, baik di pasar maupun di altar, baik di tempat kerja maupun di tempat doa. Semua pekerjaan yang mengusahakan terpenuhinya kebutuhan manusia untuk menyelenggarakan hidupnya adalah karya tangan-Mu dan dengan cara-Mu. Kemakmuran yang berasal dari karya kami adalah hadiah yang datang dari-Mu untuk kami gunakan demi kemuliaan-Mu, dan bukan demi kesenangan kami sendiri. Sementara Engkau menciptakan segala sesuatu untuk kami nikmati, kepuasan yang sejati hanyalah datang dari-Mu.
Ya Tuhan, kami mengakui bahwa kami berkali-kali telah menjadi bangga dan sombong karena kesuksesan kami; kami berpikir bahwa kesuksesan itu kami peroleh karena kami lebih cerdas, lebih berkualitas, lebih bekerja keras daripada orang lain. Kami kadangkala menempatkan sukses di atas integritas dan kekuasaan atas orang lain. Itu bukan kehendak-Mu, dan ini semua adalah dosa. Kami kerapkali membiarkan cinta kami akan kemakmuran memadamkan api keberanian dan belarasa kami pada orang lain. Kami membiarkan diri-Mu tetap berjarak aman dengan hidup kami, secara mental kami mengunci pintu bangunan gereja jauh dari kehidupan kami sehari-hari. Bagaimana mungkin kami bisa menggunakan kekuatan-Mu, bimbingan-Mu, dan cinta-Mu berkali-kali, jika kami hanya mengenal Engkau sebagai bagian nyata dari hidup kami di hari Senin seperti Engkau di hari Minggu.
Ya Tuhan, kami mohon kepada-Mu, agar kami mampu menjadi seorang pengusaha, seorang pekerja, seorang pejuang kemakmuran dan kesejahteraan, yang menghayati hidup secara etis, baik di ranah publik maupun di ranah pribadi. Kami akan bekerja dengan rajin, bekerja dengan segenap hati, seolah Engkau sendiri adalah pemimpin perusahaan kami sebagaimana Engkau ada. Kami akan menemukan apa yang Engkau anugerahkan kepada kami, menemukan terang dan kegembiraan dari apa yang kami kerjakan dan dari apa yang Engkau ciptakan bagi kami. Dengan demikian orang lain akan melihat kenyataan kehadiran-Mu di dalam hidup kami dan menarik mereka kepada-Mu, demi Kristus Tuhan dan pengantara kami, yang hidup dan bertahta, bersama Dikau dan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa. Amin.
Ya Tuhan, apa yang hendak Kauperbuat
untuk menghancurkan kekerasan hatiku
uang amat menakutkan ini?
Ya Tuhan, berilah aku
hati yang baru
hati yang lembut
hati yang peka
untuk menggantikan hatiku
yang dingin bagai pualam
yang keras bagai perunggu.
Ya Yesus, berikanlah hati-Mu padaku.
Datanglah padaku, ya Hati Yesus yang tercinta
letakkan Hati-Mu di kedalaman hatiku
kobaran api cinta
sekuat, sebesar dan sebanyak hasratku
sampai aku mau mencintai Engkau, ya Allahku.
Ya, Hati Yesus yang Kudus
tinggallah bersembunyi dalam hatiku
hingga aku boleh hidup hanya di dalam-Mu
dan hanya untuk-Mu
hingga, akhirnya, aku boleh hidup dengan-Mu
selama-lamanya di surga.
Amin.
- Santo Claudius de la Colombierre S.J (1641-1682)
Andrew Gillies (1870-1942), pernah menulis sebuah cerita pendek demikian:
“Tadi malam anakku yang masih kecil mengakui di hadapanku apa yang dia rasakan sebagai sesuatu yang salah. Dia berlutut di depan kakiku, dan berdoa sambil menangis: “Tuhan yang Mahakasih, jadikan aku seorang pria seperti ayahku, bijaksana dan kuat. Saya percaya bahwa Engkau bisa”.
Kemudian, ketika ia sudah tertidur, saya berlutut di sisi tempat tidurnya, sambil mengakui dosa saya, dan kemudian saya berdoa sambil menundukkan kepala rendah-rendah: “Ya, Tuhan, jadikanlah aku seorang anak, seperti anakku yang sekarang ini berada di sisiku, murni, terus terang, dan percaya kepada-Mu dengan iman yang tulus.’”
- James Dalton Morrison (ed.), Masterpiece of Religious Verse,
Ya Allah, Pencipta segala sesuatu,
Engkau telah merangkai dan membingkai aturan-aturan ketenagakerjaan
untuk umat manusia.
Berikanlah kepada kami rahmat-Mu,
agar dengan keteladanan Santo Yosef
kami mampu melakukan pekerjaan yang Engkau sediakan bagi kami,
dan berikanlah kepada kami imbalan yang pernah Engkau janjikan kepada kami.
Dukunglah kami agar kami senantiasa berada dalam naungan rahmat-Mu,
sehingga kami mampu melaksanakan tugas-tugas kami
di dalam semangat cintakasih dan keadilan.
"Doa dapat menjadi doa yang tak kunjung henti ketika segala pikiran kita dapat menjadi pikiran di hadapan Allah”, kata Henri JM. Nouwen.
Ketika kita berpikir tentang doa, kita biasanya memandang doa itu sebagai suatu pekerjaan di antara pekerjaan-pekerjaan yang kita kerjakan di dalam hidup kita sebagai orang kristiani. Jika kita sungguh-sungguh yakin bahwa doa itu merupakan sesuatu yang penting dalam hidup kita, maka kita ingin memberikan seluruh waktu kita untuk berdoa sepanjang hari, atau seluruh hari dalam sebulan, atau seluruh minggu dalam setiap tahun. Jadi doa menjadi bagian, bahkan bagian yang sangat penting dari hidup kita.
Tetapi ketika Santo Paulus bicara tentang doa, ia menggunakan bahasa yang sangat khas. Dia tidak bicara tentang doa sebagai bagian dari hidup, tetapi sebagai seluruh hidupnya. Ia tidak menunjuk doa sebagai sesuatu yang tidak boleh kita lupakan, tetapi dia mengklaim bahwa doa itu merupakan perhatian kita yang terus menerus berjalan tanpa henti. Dia tidak juga menganjurkan supaya orang-orang yang mendengarkan pewartaan dia untuk berdoa satu kali pada suatu waktu, secara rutin, atau kerap, tetapi tanpa ragu-ragu dia menasihati agar mereka berdoa terus menerus, tak kunjung berhenti, tanpa interupsi.
Santo Paulus tidak meminta kita untuk meluangkan waktu untuk berdoa setiap hari. Tidak. Santo Paulus sungguh jauh lebih radikal. Ia meminta kepada kita untuk berdoa sepanjang hari dan malam, dalam keadaan gembira dan dalam keadaan sedih, pada saat bekerja dan pada saat bermain, tanpa istirahat, tanpa interupsi. Bagi Santo Paulus, berdoa itu seperti bernafas. Berdoa itu tidak bisa dinterupsi.
Berdoa dengan tak kunjung berhenti, seperti dianjurkan oleh Santo Paulus, sungguh tidak mungkin terjadi kalau doa itu diartikan sebagai berpikir terus menerus tentang Allah. Berdoa tidak berarti berpikir tentang Allah, sebagai lawan dari berpikir tentang hal-hal lain, atau menyediakan waktu untuk Allah dan tidak menyediakan waktu untuk orang lain. Berdoa berarti berpikir dan hidup di hadapan Allah.
Ketika kita mulai memisahkan pikiran kita menjadi pikiran tentang Allah dan pikiran tentang manusia dan peristiwa, maka kita sudah memisahkan Allah dari hidup kita sehari-hari dan beralih masuk ke dalam sebuah ceruk kecil kehidupan yang serba saleh di mana kita dapat memikirkan pemikiran-pemikiran saleh dan mengalami perasaan-perasaan saleh.
Meskipun doa itu penting dan demi kehidupan rohani kita menyediakan waktu untuk Allah dan hanya untuk Allah, doa itu hanya menjadi doa yang tak kunjung henti jika segala pikiran kita, entah pikiran itu indah atau jelek, tinggi atau rendah, membanggakan atau memalukan, menyedihkan atau menggembirakan, dapat menjadi pikiran di hadapan Allah. Jadi, perubahan dari “berpikir tiada henti” menjadi “berdoa tiada henti”, menggerakkan kita untuk beralih dari “monolog yang berpusat pada diri sendiri” menjadi “dialog yang berpusat pada Allah”.
Berdoa tidak henti membimbing seluruh pikiran kita keluar dari isolasi yang penuh dengan ketakutan untuk masuk ke suatu pembicaraan yang bebas dari ketakutan bersama dengan Allah. Hidup Yesus adalah hidup yang dihayati di hadapan Allah Bapa-Nya. Yesus menjaga agar hidup-Nya senantiasa tidak tersembunyi dari wajah Bapa-Nya. Kegembiraan Yesus, ketakutan-Nya, pengharapan-Nya, dan kegelisahan dan keputus-asaan-Nya selalu dibagikan dengan Bapa-Nya. @@@
Kapal yang ditumpangi Mgr. Grent, dalam perjalanannya dari Netherlands menuju tanah misi di Ambon Maluku, mengalami kesulitan untuk meneruskan perjalanan. Angin kencang yang tiba-tiba datang dari arah depan, membuat kapal berjalan oleng dan kehilangan arah. Semua awak kapal menjadi cemas. Ombak yang tinggi bergelombang menerpa badan kapal bertubi-tubi, menyebabkan mesin kapal rusak dan kemudian macet. Hujan deras yang turun bak ditumpahkan dari langit membuat kapal hampir tenggelam di perairan luas Lautan Pasifik.
Dalam kondisi panik dan mencemaskan itu Mgr. Grent duduk, menundukkan kepala dan berdoa, memohon pertolongan Tuhan agar seluruh penumpang kapal masih bisa diselamatkan. Ia menyampaikan doa permohonan itu kepada Tuhan dengan perantaraan St. Yudas Tadeus. Mgr. Grent berjanji kepada Tuhan, jika semua penumpang sampai di tanah misi dengan selamat, maka ia akan mendirikan sebuah seminari, tempat pendidikan bagi para calon imam.
Benarlah apa yang terjadi. Tuhan mengabulkan permohonannya. Angin segera menjadi reda. Gelombang air laut menjadi lebih ramah. Kerusakan kapal bisa diperbaiki. Dan akhirnya kapal bisa berjalan lagi. Mgr. Grent bersama dengan kawan-kawannya dapat mendarat di Ambon dengan selamat. Seminari St. Yudas Thadeus di Langgur, Tual Maluku Tenggara yang berdiri sampai hari ini adalah bukti nyata terkabulnya sebuah permohonan dari seorang manusia yang dalam kesulitannya bercerita dan meminta bantuan kepada Tuhan untuk diselamatkan.
Kita bisa belajar dari pengalaman dramatis yang dialami Mgr. Grent. Dalam kepanikan dan kecemasan, ketika jalan buntu di depan mata, dan ketika kematian sudah di ambang pintu, kita masih ingat akan Tuhan dan kita tahu bahwa Tuhan akan memberikan jawaban atas keluhan dan permohonan kita. Pengalaman doa yang dialami Mgr. Grent adalah sebuah contoh jenis doa yang paling biasa kita lakukan, yakni: mencari bantuan Tuhan. Meski jenis doa seperti itu penting, masih ada lima jenis doa lain yang bisa kita pelajari, kita latih dan kita kembangkan. Untuk membangun kehidupan rohani yang lebih seimbang kiranya baik kalau kita bisa mengenal dan mempraktekkan jenis-jenis doa yang lain ini.
1. Permohonan
Doa permohonan adalah doa yang paling dasar, yaitu memohon. Doa permohonan barangkali merupakan doa yang paling kerap dilakukan orang. Doa permohonan adalah doa para awak kapal. Juga doa para pilot yang setiap hari melakukan penerbangan dengan pesawat, doa para murid di sekolah, doa para tenaga medis yang menolong banyak orang sakit di rumah sakit, doa para orangtua yang anaknya sedang sakit, doa para suami atau isteri yang sedang dalam kesulitan membangun relasi mereka satu sama lain. Kita berdoa kepada Tuhan karena kita membutuhkan atau karena seseorang dari teman kita sedang dalam kesulitan. Entah keadaan krisis seperti ini berat atau ringan, kita mendekati Tuhan dan meminta bantuan kepada-Nya.
Memang benar bahwa doa permohonan itu mempunyai dasar alasannya di dalam Kitab Suci. Di dalam Kitab Suci Perjanjian Lama (Yes 46:4), Nabi Yesaya menyerukan: “Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku akan memikul kamu dan menyelamatkan kamu”. Di dalam Kitab Suci Perjanjian Baru, Yesus menegaskan pentingnya mengungkapkan kebutuhan-kebutuhan kita kepada Allah. Di dalam Injil Yohanes 16:24, Yesus berkata kepada para murid-Nya: “Sampai sekarang sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu”. Rasul Yakobus menegur beberapa orang Kristiani, dengan mengatakan bahwa mereka itu tidak menikmati berkat dari Allah karena mereka gagal menyampaikan doa permohonan: “Kamu tidak memperoleh apa-apa karena kamu tidak berdoa.” (Yak 4:2).
Pesan dari Kitab Suci seperti itu jelas menunjukkan bahwa Allah itu ingin mendengarkan keprihatinan kita, kekurangan kita, kesulitan kita, keringkihan kita. Teks-teks Kitab Suci itu menunjukkan bahwa Allah mengatakan: “Katakan pada-Ku. Mintalah pada-Ku. Ceritakan pada-Ku apa yang kamu butuhkan dan apa yang kamu inginkan.”
2. Pengakuan
Sementara doa permohonan merupakan doa yang populer dan paling biasa dilakukan, doa pengakuan barangkali merupakan doa yang paling sulit untuk banyak orang. Memang tidak mudahlah untuk mengakui dan menyebutkan dosa-dosa, kekurangan, kelemahan, kegagalan, dan kemudian meminta pengampunan. Tetapi, pengakuan ini merupakan jalan yang membimbing ke arah kesehatan hidup rohani dan kesehatan emosional. Kitab Suci Perjanjian Baru memberikan petunjuk tentang hubungan antara pengakuan dan kesehatan: “Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu, dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.” (Yakobus 5:16).
Kitab Suci juga menyatakan dengan jelas tentang manfaat kesehatan dari pengakuan ini: “Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa yang mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.” (Amsal 28:13).
Seorang penulis, bernama Louis Cassels, menyatakan: “Di dalam pengakuan, kita membuka hidup kita untuk menyembuhkan, mendamaikan, memperbaiki, dan menghargai rahmat Tuhan yang telah mencintai kita seperti apa adanya sekarang.” Di samping itu, tersedia juga sakramen pengampunan dosa, yang kita kenal sebagai pengakuan juga.
3. Adorasi
Doa ini dilaksanakan ketika kita ingin memuji Tuhan. Doa adorasi dan pujian semestinya mengalir secara alami dari hati yang penuh sadar akan rahmat dari Tuhan. “Doa pujian adalah musim semi sebuah hati yang mencintai Tuhan,” kata seorang pastor Perancis bernama St. Jean Baptiste Marie Vianney, yang lahir tanggal 8 Mei 1786. “Aku hendak memuji Tuhan pada segala waktu, puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.” (Mzm 34:2). “Aku mau menyanyikan kekuatan-Mu, pada waktu pagi aku mau bersorak-sorai karena kasih setia-Mu, sebab Engkau telah menjadi kota bentengku.” (Mzm 59:17). “Pujilah nama Tuhan, pujilah, hai hamba-hamba Tuhan.” (Mzm 135:1).
Orang-orang yang memiliki kehidupan rohani yang dalam, mampu melakukan doa pujian dan adorasi, bahkan di dalam situasi yang menyesakkan. Etty Hillesum, wanita muda keturunan Yahudi yang dipenjarakan oleh Nazi, adalah contoh pendoa yang cerdas. Dalam situasi yang menekan batinnya hidup di kamp konsentrasi, dia masih bisa berdoa demikian: “Penderitaan yang saya alami di sini adalah penderitaan yang sungguh tak terperikan, tetapi kerapkali saya masih bisa menikmati musim semi dan melangkahkan kaki untuk berjalan-jalan. Saat-saat seperti itu sungguh menyentuh hati saya. Di dalam hati saya, ada suatu perasaan yang melonjak bahwa hidup ini sungguh mulia dan menakjubkan: Tuhan, Engkau telah membuat diri saya menjadi kaya seperti ini. Perkenankanlah saya untuk bisa membagikan keindahan-Mu itu dengan tangan terbuka.”
4. Meditasi
“Jika seandainya saya seorang dokter, dan saya diizinkan untuk menentukan satu obat untuk semua penyakit, maka saya akan menulis resep ketenangan. Jika sabda Tuhan diwartakan di dunia modern, bagaimana orang akan bisa mendengar dengan suara seperti itu. Oleh karena itu, ciptakanlah ketenangan.”
Pandangan seperti itu, datang pada abad ke-19 dari seorang filsuf Soren Kierkegaard. Meditasi adalah ilmu kerohanian yang penting. Di saat-saat tenang seperti itu, kita membuka lebar jiwa kita untuk merasakan arahan Tuhan, cinta dan nasihat-Nya. Tenang di hadapan Tuhan, adalah jalan efektif untuk menjalin hubungan dengan sebuah bagian dari keabadian.
Meditasi yang tenang juga ideal ketika kita mengalami kekacauan batin, karena keheningan doa menenangkan jiwa yang cemas, menenangkan roh, membantu kita berpikir lebih jernih, dan membantu kita berdoa secara lebih bijak.
5. Syukur
Karena Tuhan telah memberikan berkat yang melimpah, maka doa syukur semestinya keluar dari hati kita dan secara nyata keluar dari mulut kita, sifatnya alami, rutin, dan frekuen terjadi. Ralph Waldo Emerson kerapkali mengucapkan doa syukur seperti ini:
“Karena setiap hari baru kami masih diperkenankan melihat terangnya pagi hari, kami mengucapkan terima kasih kepada-Mu, ya Bapa. Karena pemberian istirahat dan perlindungan-Mu semalam ketika kami sedang tidur nyenyak, kami mengucapkan terima kasih kepada-Mu, ya Bapa. Karena pemberian kesehatan dan makanan, karena cinta dan teman-teman, ya Bapa, yang berada di dalam surga, kami mengucapkan terima kasih kepada-Mu!”
6. Persembahan
Doa ini melibatkan penyerahan diri sepenuhnya kepada karya dan kehendak Allah. Doa ini dinyatakan oleh orang-orang kristiani yang punya kepekaan dan tanggap terhadap situasi sekitar. Ketika mereka melihat suatu kebutuhan, mereka ingin memenuhi kebutuhan itu. Ketika mereka melihat luka, mereka berusaha untuk menyembuhkannya. Sejarah dipenuhi dengan orang-orang biasa, entah wanita atau pria, yang mengerjakan hal-hal yang luar biasa karena mereka mempersembahkan hidup mereka kepada Allah.
Orang-orang yang mempunyai komitmen hidup seperti itu bisa kita sebut namanya. Mereka itu adalah: Bunda Teresa yang bekerja di antara kaum papa-miskin di Calcuta India; Sir Wilfred Grenfell, seorang dokter Inggris yang bekerja di antara orang-orang Eskimo, orang-orang suku Indian dan orang-orang kulit putih di Labrador Canada; William Booth, yang bekerja di daerah permukiman kumuh di London Inggris; St. Vincent de Paul, yang melayani orang-orang miskin di Perancis dan memberikan makanan kepada budak-budak dari Afrika Utara; Dorothy Day yang karena kepekaannya mendalam akan keadilan membuka tempat permukiman dan menyediakan makanan, perumahan dan pakaian untuk para warga Amerika yang melarat.
Persembahan hidup juga ditemukan di antara mereka yang tidak diperhitungkan oleh sejarah: para suami yang masih tetap setia dan melayani dengan penuh belarasa isterinya yang sudah mengidap sakit terminal; ibu-ibu yang mendoakan dengan teguh dan sungguh-sungguh untuk anaknya yang suka melawan dan tidak patuh; orang-orang muda yang secara konsisten menolak untuk ikut serta terlibat melakukan perbuatan-perbuatan salah yang dilakukan oleh teman-teman sebaya mereka; para eksekutif dalam perusahaan yang menerapkan prinsip moral dan standard etika bisnis yang tinggi di dalam pekerjaan mereka.
Memahami dan melatih keenam jenis doa seperti diterangkan di atas akan menyeimbangkan kehidupan rohani kita, karena doa adalah jalan untuk pendidikan jiwa kita. Seorang novelis Rusia, Fydor Dosktoyevski pernah mencatat: “Setiap kali anda berdoa, jika doa anda itu tulus, maka akan ada perasaan baru dan makna baru di dalamnya. Perasaan dan makna baru itu akan memberikan kepada anda keberanian yang lebih segar, dan anda akan mengerti bahwa doa itu adalah pendidikan.”